Stadion BayArena



Bay Arena ialah stadion sepak bola di Leverkusen, Rhine-Westphalia Utara, Jerman, yang sudah jadi tempat club Bundesliga Bayer 04 Leverkusen semenjak 1958.


Stadion ini awalannya diketahui untuk Ulrich-Haberland-Stadion (disampaikan [ʁɪlʁɪçˈhaːbɐlantˌʃtaːdi̯ɔn]; Bahasa Inggris: Stadion Ulrich Haberland), dinamakan sesudah bekas ketua Bayer AG, pendiri club. Kemampuan aslinya ialah 20.000.

Di tahun 1986, project pembangunan kembali lagi mulai menggantinya jadi sarana modern; project bersambung sebentar-sebentar semasa dasawarsa selanjutnya. Project ini usai di tahun 1997, jadikan stadion ini bangku ultra kekinian dengan kemampuan 22.500. Stadion ini bertukar nama jadi BayArena di tahun 1998.

Di tahun 1999, satu hotel yang tersambung dengan stadion usai dibuat, dengan beberapa kamar mempunyai panorama lapangan. Kompleks stadion meliputi restoran kelas atas, yang menghadap ke lapangan, serta sarana pertemuan.

BayArena dibuat untuk kompleks multifungsi serta meliputi toko fans sah dan ruangan pertemuan. BayArena adalah stadion pertama di Eropa dengan restoran McDonald serta hotel bintang empat Group Lindner dengan 200 tempat tidur. Hotel di belakang tribun utara mempunyai 120 bangku kotak di lantai empat dengan panorama interior stadion yang tidak terhambat. Cabang McDonald geser ke bagian lain jalan untuk sisi dari perbaikan pada 2008/09 serta belum jadi sisi dari stadion semenjak itu.

Dengan kemampuan pemirsa 30.210 bangku, BayArena salah satu stadion yang semakin kecil di Bundesliga. Ada pula sepuluh kotak VIP untuk keseluruhan 140 orang dengan ruangan parkir bawah tanah. Kotak VIP bernilai seputar 10.000 euro serta ongkos penambahan untuk ticket tahunan di interior tribun ialah 1.800 euro per orang. Lebih dari 19.000 ticket musiman, hampir dua pertiga pemirsa ialah pemegang ticket tahunan. Dengan cuma 3.000 tempat di kandang semenjak musim 2013/14 [4], BayArena mempunyai sisi paling kecil dari ruang fans murah di Bundesliga serta dengan begitu diposisikan dalam rata-rata harga sedang serta tinggi.

Kota Leverkusen awalannya tawarkan menjadi tempat untuk Piala Dunia 2006, dengan Bay Ajang diperlebar untuk situs. Tetapi, kota itu, Bayer Leverkusen, serta panitia Jerman selekasnya sepakat jika memperlebar Bay Ajang ke kemampuan minimal 40.000 yang dimandatkan FIFA untuk laga Piala Dunia tidak ringkas, serta kota menarik penawarannya. Untuk alternatifnya, disetujui jika Bay Ajang bisa menjadi sarana training penting untuk timnas Jerman semasa final 2006. Jürgen Klinsmann, bekas pelatih nasional, putuskan menantang Leverkusen serta pilih Berlin untuk sarana training penting. Untuk kompensasi, BayArena semestinya jadi tuan-rumah dua laga nasional, walau mereka belum pernah dimainkan.

Popular posts from this blog

Communication at different ages

daytime TV programming

Johnson takes control of a personnel that is currently almost two times the dimension of Robert Mueller's